Dewi Lombok
June 10th, 2008 by ardian-pettrucciSetahun sudah berlalu cerita indah Rinjani, tapi romantisme itu seakan kekal dalam memoar ingatan ku. Kembali lagi ku hadirkan manisnya tuturan mengenai Rinjani ini.
=======================================
Gunung Rinjani, padankan dengan seorang dewi.
Mungkin akan serupa dengan paras cantik seorang dewi dan kerasnya pengorbanan
untuk mendapatkannya. Lembutnya menyapa bak seorang putri menunggu di gerbang
Istana menyambut.
Gunung Rinjani, merupakan gunung berapi tertinggi
ketiga di Indonesia dengan ketinggian 3.726 Mdpl dan tipe hutan hujan
pegunungan rendah. Berada di Nusa Tenggara Barat Terletak pada 8°18’ - 8°33’
LS, 116°18’ - 116°32’ BT. Luas dari Gunung Rinjani 41.330 hektar, dan dibawah
tiga kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Curah hujan 2.000
mm/tahun. Gunung ini bisa dikatakan yang terbaik dari segi pemandangan dan
jalurnya untuk pendakian, tak heran Rinjani menjadi favorit wisata dan
pendakian baik itu untuk wisatawan lokal, mancanegara dan para pecinta alam.
Suhu rata-rata di Rinjani 20°C: terendah 12°C.
Waktu-waktu terbaik untuk melakukan pendakian antara bulan Juni-Agustus. Pada
bulan-bulan ini, pendakian akan baik dan tidak mengalami gangguan cuaca yang
berarti. Kendala pada bulan ini, paling tidak adalah angin kencang dan
perubahan musim dari hujan menjelang kemarau yag mengakibatkan suhu udara akan
rendah.
Jalur-jalur Rinjani tidaklah terlalu sulit
kategorinya, bisa dikatakan ini merupakan gunung wisata yang menarik.
Tantangannya terletak pada kesabaran, mental, dan fisik. Untuk kategori gunung
tertinggi di Indonesia, jalur Rinjani mempunyai keunikan dan berbeda dari
gunung-gunung di Indonesia. Medannya bisa dikatakan lengkap mulai dari sabana
yang luas melewati punggungan bukit-bukit, bukit yang menanjak, jalur tanah
pasir berdebu, pasir batu dan kerikil, bebatuan, dan hutan tropis yang panjang
jalurnya. Untuk trek mendaki dan menurun, di Gunung Rinjani tidak ada bedanya.
Ada dua titik untuk mendaki Gn. Rinjani, dari Sembalun Lawang dan desa Senaru.
Sembalun Lawang berada pada ketinggian 1.200 mdpl, sedangkan desa Senaru 500
mdpl.
Untuk menghemat tenaga dan ingin langsung tracking
menuju puncak lebih baik mulailah mendaki melalui jalur Sembalun Lawang, karena
kita menghemat 700m ketinggian. Bila melakukan Start awal pendakian
melalui Sembalun Lawang, kita akan menemui jalur sabana yang panjang mendatar.
Sangat disarankan jalan pada sore hari, apabila dilakukan pada siang hari sinar
matahari akan membakar kulit dan mempercepat proses dehidrasi. Jangan melakukan
perjalanan malam, karena disini masih banyak jalur yang masih tertutup ilalang
dan menyesatkan. Dari Sembalun Lawang menuju Pos I berjarak 2 jam
perjalanan, disini bisa dijadikan tempat rehat sementara karena jarak antara
Pos I dan Pos II hanya berjarak 1,5 jam. Di Pos II ada sumber mata air dan
shelter untuk berlindung dari malam. Dan disini sangat baik tempatnya untuk ngecamp,
serta menyiapkan tenaga untuk perjalanan berikutnya. Dari Pos II-Pos III memakan
waktu 1,5 jam. Hati-hati memasuki jalur setelah Pos III, karena ada jalur
menipu untuk menuju ke bukit penyesalan. Ada dua potongan jalan yang menipu
dari Pos III ini menuju Plawangan Sembalun. Jalan yang tampak melipir melalui
punggungan bukit sangat menggoda untuk dilalui. Tapi itu hanya jebakan!, Jalur
itu adalah bukit penyesalan. Sesuai dengan namanya penyesalan, kita pasti akan
menyesal karena beda 2 jam dan medannya panjang. Lebih baik anda memilih jalur
agak menurun ke kiri, anda akan berada pada jalur bukit penyiksaan. Hanya 3
punggungan bukit yaitu : Padebalung, Acong Nongak (anjing dongak), Cemara Siu.
Lucunya setiap bukit kita seperti mengalami tiga level tahapan dalam mendaki.Dari Pos III ini menuju Plawangan Sembalun menghabiskan 4 jam perjalanan. kita
dipaksa untuk tracking menanjak.
Plawangan Sembalun adalah tiga point terakhir
sebelum anda "menyerang puncak", berada pada ketinggian 2.700 mdpl,
sehingga cukuplah untuk mengistirahatkan tubuh anda sejenak. Dan sekitar pukul
2 atau 3 pagi, barulah kita bisa untuk melanjutkan perjalanan menuju
puncak.Jika melewati Senaru dikhawatirkan tenaga akan habis terkuras karena
jalur disini naik-turun dan curam saat tiba di Plawangan Senaru menuju Segara
Anak, belum lagi harus meniti pinggir danau, untuk menuju Plawangan Sembalun.
Dari Plawangan Sembalun, medan tanah merah dan
berdebu. Hati-hati pada jalur ini karena medan yang akan dilalui licin dan akan
mudah terjatuh. Titian pada saat 200 meter menjelang puncak, sangat menguras
tenaga karena pasir dan kerikil yang gempur. Istilahnya 1: 1/2 langkah. Ada
tips yang menarik untuk melewati medan seperti ini. injaklah pasir-pasir
tersebut sehingga agak sedikit padat.
View Spot di Puncak sangat menarik dan indah
sehingga sayang dilewatkan untuk mengabadikannya. Kalau anda beruntung dan
cuaca cerah, anda bisa melihat pemandangan Segara Anak bagian utaranya, di
timur Sumbawa,
ke arah barat akan terlihat gunung Agung, laut dan pulau
Gili. Kawah yang luas di selatannya pun tidak kalah indahnya, tapi berhati-hatilah
karena bagian puncak Rinjani sempit dan sebagiannya sudah longsor.
Setelah berlelah ria dari puncak, anda bisa
mengistirahatkan fisik dan pikiran di danau Segara Anak. Di Segara Anak kita
bisa memancing, masyarakat sekitar biasanya ada yang sengaja ingin menyempatkan
dirinya memancing disini.
Hanya berbekal joran dan tas daypack. Mereka
menuju Segara Anak dan tinggal disana berhari-hari. Jadi jika anda ingin
merasakan ikan segar, tidak usah malu-malu untuk memesan dengan para pemancing
tersebut, kalau saja anda tidak membawa alat pancing disini. Ikan Mujair dan
ikan Mas banyak kita temukan di Danau Segara Anak. Pada setiap tahun
masyarakat Hindu Bali dan suku Sasak sering mengadakan upacara adat di Segara
Anak, konon banyak sesembahan dilarung di tengah danau. Menurut cerita Topan,
salah satu guide Rinjani "pernah ada sesembahan yang dilarung ke
tengah danau, kepala kerbau dihiasi oleh emas, sehingga ada yang sengaja
mencari dan menyelam ke dalam danau Segara Anak". Mengapa dinamakan Segara
Anak, karena luasnya danau dan airnya yang berwarna biru maka seperti anak
lautan, dan itulah diartikan Segara Anak.
Danau Segara Anak juga mempunyai potensi wisata
yang menarik lagi, yaitu pemandian air panas dan air terjun kokok putih, serta
Gua Susu. Masyarakat sekitar juga sering memanfaatkan pemandian air panas dan
Gua Susu ini sebagai pengobatan. Gua Susu adalah tipe gua sempit, mulut gua
yang sempit dengan lebar 2×3 meter. Air panas yang mengalir di tepi-tepi
dinding gua sehingga menghasilkan uap panas berbau belerang. Sehingga anda
ingin bersauna gratis plus bertualang, maka jangan lewatkan kunjungan anda ke
gua Susu. Untuk akses menuju gua Susu hanya 30 menit dari Segara Anak.
Selanjutnya dari Segara Anak, anda bisa langsung
menuju Plawangan Senaru. Kalau anda masih ingat dengan gambar pada mata uang
Rp. 10 ribu,
maka anda akn menemukan angle yang pas untuk mengabadikan Segara
Anak melalui Plawangan Senaru.
Untuk Anda yang ingin mendaki gunung Rinjani, tapi
tanpa harus bersusah payah membawa beban banyak. Jangan khawatir, di sini
banyak jasa untuk porter dan guide baik itu mendaki melalui jalur
Sembalun Lawang maupun Desa Senaru. Untuk Jasa porter biasanya mereka mematok
harga Rp. 60.000/hari. Dan jasa Guide Rp.100.000/hari. Untuk jasa porter, anda
bisa mengandalkannya sebagai koki ulung, karena para porter biasanya tiba
terlebih dahulu, dan tanpa diperintah maka tenda yang nyaman sudah berdiri
menyambut anda diselingi pula oleh makanan hangat. Dan jangan heran dengabn
ketahanan fisik para porter, mereka mampu membawa beban mencapai 35-40 kg.
Bayangkan betapa gagahnya mereka menaiki jalur-jalur curam, tanpa kesulitan
sekalipun.
Fauna untuk Rinjani masih banyak terdapat monyet
dan babi hutan. Anda harus hati-hati untuk meninggalkan tenda anda, karena
monyet bisa membuka paksa dan merobek tenda anda. Belum lagi babi hutan yang
sering berkeliaran pada malam hari di Danau Segara Anak. Jadi anda harus
menjaga tenda atau barang-barang pendakian anda.
Pada titik nol akhir dari pendakian, anda akan
menemukan desa suku sasak yang terletak di Desa Senaru. Selepas dari desa
Senaru anda akan melewati berberapa pantai, pada saat menaiki kendaraan menuju
Mataram dari Anyar, terminal terakhir. Anda bisa meminta untuk naik diatas
kendaraan, tapi disarankan berhati-hati. Mengapa untuk naik diatas kendaraan,
sangat disayangkan kalau anda lewatkan pemandangan Sunset dari Pantai Tanjung.
Matahari seakan dihadapan anda, terpampang jelas diantara batas horizon
cakrawala.
Rinjani patut rasanya jadikan salah satu pilihan
anda, jika anda memiliki jiwa petualang, selesai anda menyelesaikan petualangan
anda di Rinjani. Maka kota Lombok bisa anda jelajahi, karena pantai-pantai di
Lombok kualitasnya masih bagus dan tidak kotor. Belum banyak tahunya orang
mengenai keindahan Lombok, bisa dijadikan nilai positif dari menjaga kotornya
pantai dan tempat wisata di sekitar Lombok yang rata-rata masih perawan, dan
orang belum banyak tahu

