Petik PANEN RAYA

hah…usai sudah hajatan besar broadcast ini…TPI merupakan salah satu pionir stasiun televisi swasta di Indonesia. Pada tanggal 23 Januari 1991, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) mulai mengudara dengan izin Menteri Penerangan no. 127/E/RTF/K/VIII/1990. TPI menjangkau kurang lebih 140 juta pemirsa di seluruh Indonesia.
16 tahun sudah TPI berusaha konsisten berkibar di jagat broadcast…dengan mengusung jargon MAKIN INDONESIA, MAKIN CIHUY AJE…dan berusaha konsisten dan setia terhadap segmentasinya.TPI mencoba mengangkat potensi-potensi muatan lokal untuk dikedepankan lagi pada tayangan-tayangannya.Niatan yang baik, untuk memperhatikan kemampuan budaya lokal dan pemberdayaan anak2 negri.

TPI yang sukses dengan Brand Image Televisi Pedangdut Indonesia dan televisi yang berhasil sebagai pengangkat citra dangdut sekaligus televisi pertama dangdut (karena emang gak ada yang mau kali yah, ma dangdut…hehehe).mencoba pada saat ini untuk selalu memuaskan pemirsanya yang memang ditujukan kepada kelas menengah bawah.Memang secara objektif,dunia broadcast pada saat ini mengalami kemajuan pesat saat ini, sampai seorang Jakob Oetama pun terkejut dengan kemampuan televisi "menghanyutkan" pemirsanya.dibalik keterbatasannya TPI mampu mensejajarkan dirinya menjadi salah satu broadcast terbesar di Indonesia dengan taste yang berbeda…memang ada semacam satiran bahwa TPI adalah dangdut dan norak, tapi harus di ingat adalah TPI mau tidak mau mempunyai corak yang berbeda dan konsisten pada jalurnya (walaupun mulai kembang kempis tuh rating…hahaha).

dengan mengangkat lebih banyak konten muatan lokal yang berbanding jauh dengan tayangan impor ,90 persen JACK…sisanya impor…gila!

yup,sudahlah memuji, sekarang gw buat arena kritis untuk TIPI yang semakin lama gw cintai atmospherenya ini…memang setelah gw liat tipi ini emang norak tayangannya, tapi setelah ditinjau lebih jauh yah itulah resiko bermain di bawah (posisi konservatif bos…hahaha).

memang dengan konsekuensinya yang harus sejalan dengan mottonya Makin Indonesia yang bias itu,beberapa tayangan baik sinetron ataupun produksi program yang bermuatan lokal,terkadang agak kurang edukatif kontennya,dan dilihat dari segi entertainmentnya memang TPI tidak bisa disejajarkan dengan beberapa kompetitor broadcast yang baru saja merger untuk memperkuat eksistensinya di indonesia ini, bahkan dengan saudara sekandungnya (TV OKE)…TPI saat ini bisa menjadi ajang bagi awam untuk masuk kedalam dunia broadcast dan entertain yang instan melalui kompetisi yang berbasis SMS.tapi kompetisi seperti ini seharusnya sudah dikurangi,karena akan medidik masyarakat untuk terus berharap dan mengkhayal tinggi…belum lagi tayangan yang berbasis kompetisi sudah mulai membuat jenuh.buktinya rating yang dihasilkan tidak seberapa belakangan,memang waktu baru pertama kali diselenggarakan acara KDI itu sempat menolong dan menjadikan TPI nomor wahid cing!…

dari segi tayangan sinetronnya saat ini TPI memang bisa dikatakan kurang memuaskan bagi kalangan menengah ke atas, para production house yang menyediakan produksinya pun lebih menghasilkan sinetron-sinetron yang lebih ditujukan kepada kalangan menengah ke bawah.dan yang lebih menyedihkan adalah masih diunggulkannya sinetron religi yang tidak jelas maknanya dan edukatifnya, malah sinetron seperti ini akan membuat preseden buruk bagi masyarakat, lalu menjadi sebuah ketakutan terhadap agama tertentu oleh kalangan yang berbeda aliran.apalagi tayangan itu diplot menjadi sinetron religi terbaik.kesan yang mengada-ada terus dijadikan andalan, seperti menampilkan judul2 yang bombastis "Tukang Roti jadi Pengusaha Restoran","Anak Durhaka Mati Gosong"…aduh…semestinya hentikan sudah tayangan seperti ini,pembodohan kerangka berpikir untuk masyarakat dan pemirsanya pun menjadi penghayal sejati.Lom lagi sinetron produksi tuan rumah,yang menghadirkan bintang2 hasil didikan "KAMPUS KDI", duh noraknya…padahal artis hasil SMS tuh…(ngiri aja gw…hehehe)

kalo dari segi Pemberitaan,menurut gw ga kalah contentnya dengan yang lain…hanya saja suka ketinggalan masalah koordinasi dan alat saja.Dengan adanya beberapa penyegaran di NewsRoom ini,content kami semakin membaik dan segar.ibaratnya sudah sedikit mengalami pencerahan.NewsRoom ini semakin dinamis geraknya,tidak seperti waktu pertama kali gw masuk…masih kocar-kacir,salah-salahan,trus contentnya berat banget dan sesudah itu penempatan materinya pas On Air ga jelas di taro segmen berapa aja…tapi sekarang semua mulai membaik dan gw mulai suka…luv u all n keep ROCKIN JACK!

yah sudah itu memang resiko yang harus kita ambil dan kita perjuangkan agar menjadi baik lagi…gw inget kata Dani Ahmad pas di wawancara sama si Tommy Adhitya untuk Lintas Malam…semoga tayangannya lebih edukatif,entertaning,trus lupa lagi dah gw.yup betul sekali pesan edukatif tapi menyegarkan adalah jalan satu-satunya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini untuk cerdas dalam berwacana.

semoga di tahun ini semakin membaik BROADCAST kita yee kawan-kawan…geser posisi satu lagi n teutep…GOYANG LAGEEEE!!!!hahaha

SEJATI…EMANG BIKIN BANGGA!!!(Khas TIM LINTAS PAGI)hahaha

Leave a Reply