isme mengenai gerakan feminisme selayaknya perlu dikaji ulang oleh kaum ini (perempuan)…debat mengenai PRO dan Kontra isme ini tidak akan ada habisnya dan panjang lebar.berangkat dari keterpahitan masalah yang di hadapi perempuan dan keteraniayaan baik itu oleh zaman,sejarah,aturan,religi,keadaan melatari kelahiran gerakan ini.tidak ada yang tahu pasti kapan awal gerakan ini di mulai…tapi,gerakan ini dirintis oleh Olympee de Gouges dari Prancis yang pada abad ke-18 memimpin kaum perempuan miskin Paris berdemonstrasi ke parlemen menuntut pengadaan roti.Revolusi inilah yang melahirkan perjuangan kaum Feminisme.Dan Gouges pun menjadi inspirasi gerakan Feminisme di Indonesia
saya pun coba memulainya,melihat awal gerakan ini dari berbagai dunia…
Amerika
Gerakan perempuan di Amerika mulai muncul dipertengahan abad ke-19. Emansipasi persamaan hak serta penghapusan diskriminasi terhadap kaum perempuan menjadi tuntutannya.
Tuntutan inilah yang kemudian menjadi dasar dari gerakan perempuan yang pada masa kini dikenal dengan feminisme.Pada 19 - 20 Juli 1848, sebuah konvensi diadakan oleh Lucretia Mott dan Elizabeth Cady Stanton. Konvensi ini membahas tentang hak sosial, sipil dan agama kaum perempuan. Konvensi ini kemudian menghasilkan satu deklarasi yang dikenal sebagai deklarasi yang dinamakan "The Declaration of Sentiment". Dardari konvensi ini, usaha mereka kemudian berlanjut dengan membentuk National Women Suffrage Association (NWSA) yang mengajukan amandemen pada konstitusi untuk hak suara bagi kaum perempuan. Dalam waktu yang bersamaan, sebuah wadah lainnya terbentuk dengan nama American Women Suffrage Association (AWSA). Tujuan mereka sebenarnya sama, yaitu memperjuangkan hak suara bagi kaum perempuan untuk ikut memilih (www.sekitarkita.com)
Cile
Baru pada awal tahun 1900 gerakan perempuan di Cile mulai terlihat. Gerakan feminis yang terjadi di Amerika dan Eropa Barat turut mempengaruhi ide dan konsep dari gerakan perempuan di Cile pada masa tersebut. Kemudian dalam perkembangannya terdapat dua model gerakan yang berkembang;
Pertama, gerakan perempuan yang memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan. Gerakan ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran dari Amerika dan Eropa serta bergerak dibidang politik. Gerakan ini pada tahun 1919, mendirikan satu partai politik yaitu El Partindo Civico Femenino. Pada mulanya, gerakan ini hanya diikuti oleh perempuan kelas atas. Namun dalam perkembangannya, kira-kira pada tahun 1920-an, banyak masyarakat menengah yang menjadi anggotanya.
Kedua, gerakan perempuan proletariat. Rata-rata anggota gerakan ini berasal dari berbagai kalangan militan, anggota serikat buruh, istri kalangan pekerja , buruh tani, atau buruh tambang. Beberapa kelompok diantaranya merupakan bagian dari partai politik yang berhaluan kiri. Pada pertengahan 1930, mereka mendirikan Gerakan untuk Emansipasi Perempuan Cile (Movimiento Pro Emancipacion de la Mujer Chilena). Pada 1945, mereka kemudian mendirikan Partai Feminis didirikan di Cile. Salah satu tuntutan mereka adalah hak pilih universal dan usaha tersebut berhasil.
Seiring dengan terjadinya kudeta militer yang dilakukan oleh Jendral Pinochet pada 1973, gerakan perempuan di Cile juga mengalami kehancuran. Pemerintah Cile mengeluarkan berbagai kebijakan yang merugikan kaum perempuan yaitu ideologi tradisional "menjadi ibu" (Motherhood) digalakkan. Pemerintah menghambat kaum perempuan untuk terjun dalam dunia kerja dan politik dengan berbagai cara. Mulai dari Undang-undang yang diskriminatif hingga berbagai cara lainnya.
Filipina
Gerakan perempuan di Filipina baru terlihat pada tahun 70-an. Sebelumnya tidak didapatkan informasi atau data tentang gerakan perempuan pada masa tersebut. Krisis ekonomi yang mulai terasa pada tahun 1979 telah membangkitkan kesadaran kaum perempuan untuk melakukan perlawanan. Berbagai cara dan isu yang mereka angkat dalam melakukan perlawanan.
Organisasi perempuan Filipina yang paling terkenal adalah General Assembly Binding Women For Reforms, Integrity, Leadership, dan Action (GABRIELA). Kelompok ini merupakan koalisi dari 42 organisasi dan 50.000 orang anggota perempuan. Koalisi ini didirikan pada tahun 1984 dan namanya diambil dari pimpinan pemberontakan pada Abad ke-19, Gabriela Silang. Dasar perlawanan mereka adalah ketertindasan mereka sebagai rakyat Filipina dan perempuan yang mengalami penindasan dan eksploitasi karena jenis kelamin.
Tidak jauh berbeda dengan gerakan perempuan di negara lain, tuntutan mereka dibidang politik adalah mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam berpartisipasi dalam dunia politik. Di bidang kebudayaan, tuntutan kesetaraan dan akses yang sama dalam pendidikan di semua tingkat dan dalam semua bidang. Tetapi yang paling mendasar adalah permasalahan di dalam rumah tangga, kesetaraan dalam pengambilan keputusan, hak milik serta membesarkan anak-anak.
Australia
Kedatangan bangsa Eropa ke Benua Australia dimulai tahun 1788. Sebahagian dari mereka adalah orang buangan dari Eropa. Kaum perempuan Inggris mulai masuk ke Australia pada tahun 1830. Pada 1883, Inggris memasuki Australian dan menjadikannya koloni. Suku Asli Australia, Abrorigin mengalami penindasan dan dikriminasi terutama kaum wanita.
Pada awalnya, kaum pendatang dan Aborigin terjadi kesalah pahaman yang berkepanjangan. Namun, dalam perkembangannya kaum perempuan imigran dan perempuan Aborigin berhasil menyatukan konsep sisterhood. Mereka saling bertukar jasa, perempuan kulit putih mengajarkan baca-tulis kepada perempuan aborigin. Sedangkan perempuan Aborogin menjaga dan mengasuh anak-anak mereka.
Itulah sedikit gambaran awal sejarah gerakan perempuan di dunia
sedangkan di Indonesia kita masih menyandarkan kepada tokoh Kartini sebagai pelopor tonggak awal munculnya isme ini.padahal banyak yang harus disangsikan dari Kartini…mengapa ia sebagai penggambaran mau di peristri oleh orang yang sudah berkeluarga.dan buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini pun masih disangsikan kebenarannya karena ada kemungkinan manipulasi dan politik etis dari Belanda.
lebih baik adalah Dewi Sartika…yang jelas aksinya,Dewi Sartika mendirikan sekolah pertamanya pada tahun 1904 dengan nama Sekolah Istri dan selanjutnya diubah menjadi Sekolah Keutamaan Istri. Hingga tahun 1912, Dewi Sartika telah mendirikan 9 sekolah, jumlah yang mencapai 50% dari keseluruhan sekolah di Pasundan (Marianne Katoppo: 2000).Dari situlah mulai bermunculan organisasi-organisasi keperempuanan di Indonesia.
menarik garis benang merah di atas,mungkin inilah yag menjadi titik balik dari kaum feminis bergerak lebih pro aktif untuk menunjukkan eksistensinya di ranah publik yang selama ini terjajah oleh Male Dominated. memang tidak dipungkiri dalam dunia sejarah kaum feminis mengalami banyak keternindasan dalam perjalanan sejarah dunia…keterpurukan ini coba diangkat lagi ke permukaan wacana hak hakiki yang harus kaum feminis peroleh…
tidak salah memang mereka membuat isme ini…tapi yang harus diperhatikan adalah, kita bukan hanya melihat dari sisi kelam saja.rata-rata feminis selalu saja melihat sisi ini yg dikedepankan…tidak juga,banyak lah kajian yang patut di telaah lebih lanjut..menyangkut masalah penyetaraan,kesamaan dan relasi gender adalah hal yang bias di terima penganut paham patriarkhi seperti saya…jika kita membicarakan penyetaraan dan kesamaan gender,mungkin padanan kata yang lebih tepatnya adalah "Kebebasan" bagi perempuan…ada hal yang menarik dari sini,jika ini dirunut mungkin kebebasan itu tidak bisa lepas dari syariat agama (ingat kita bangsa yg masih kental dengan budaya,agama,norma)..menurut Qasim Amien "Bapak" Feminisme Arab,Kebebasan adalah hal yang paling termahal untuk dimiliki,tetapi bukan lah kebebasan yang tanpa batas.harus ada kerangka syariat agama dan etika sosial.dari sinilah awam perempuan menanggapi tendensi kebebasan itu kadang berlebihan,mereka hanya buta dengan status emansipasi yang dijunjung R.A Kartini.
kembali ke subjektifitasan saya menanggapi masalah ini…kadang saya suka mempertanyakan apa makna dari isme ini…mereka tokoh2 emansipasi indonesia dengan lantang menyuarakan teriakan derita kaum mereka untuk tidak dipandang lemah oleh ADAM…oke lah itu masih saya wajarkan,tapi janganlah berlebihan..sebagai kasus kecil saja dalam pekerjaan shift pekerjaan pasti kaum perempuan akan lebih memilih siang dengan alasan kesehatan,tidak kuat,banyaklah yang di urus…dan kasus paling remeh adalah dalam kendaraan,saya kadang tidak tega dengan melihat perempuan berdiri desak2an…tapi hati kecil saya coba berkata,nah ini resiko lo nuntut emansipasi..(hehehe…coba bersikap apatis).
coba lah gerakan kaum feminis ini lebih menilik hal remeh seperti ini…kembalilah kepada kodrati kita masing-masing saja…cukup lah berbicara lantang,pada saatnya kita pun akan saling menyadari peran masing-masing..dan kita pun sudah cukup tahu dengan apa yg kalian perjuangkan.Agama pun sudah memperjuangkan kalian kok…bayangkan dari 114 surat di Al-Quran,ada satu surat yang didedikasikan khusus untuk Perempuan yaitu surat An-nisaa.
saya menuntut HARI BAPAK…(maafkan saya Ibu…)hahahaha