cerita pagi buta yang mistis

di teras kami ngobrol…obrolan lama dan sekedar menanyakan darimana lo,jadi pembuka malam kami…niatan untuk diperkenalkan urung karena tidak ada balasan dari yang bersangkutan.

sebatang rokok dan gerimis hujan menambah hangatnya malam kami…sialan ban gw pecah trus gw ga bawa duit,kawan ku bercerita…tadi pas gw jalan mo hujan yan tapi kata mas Topik (teman seperjalanan mempih) bilang jangan ngebut santai aja ntar malah hujan,eh benar tadinya si Mempih ngebut tambah deras pas dia pelan malah tidak kena hujan.belum ada yang aneh dari cerita itu…

tak lama berselang dibalik kegelisahan ku karena sesuatu yang tertunda dan tidak jadi,suara dari HP Mempih memotong obrolan…pih,lo dimana…si Mei Wah mulai "diganggu" lagi.sial yan,Mpok (sebutan orang bekasi untuk saudari kakak kandung)gw belakangan sering "kemasukan".aku pun menimpal,muangkin mpok lo suka bengong….ga juga yan,kata orang orang pinter di kampung tulang iga nya jarang-jarang jadi gampang kemasukan.gw mesti balik nih minta air sama Mas Topik…gw ikut deh,sambut ku penuh rasa ingin tahu…daripada gw bengong pas libur mending gw ikut lo,sekalian mo tahu ilmu lo,ucap ku sembari menyindir.

berangkatlah kami ditengah gerimis…sampai di rumah Mas Topik,tanpa buang waktu Mempih di suruh beli air mineral.lo tunggu sini yan,gw nyari warung.tak lama Mempih datang dan mas Topik segera ke dalam kamarnya…mas Topik keluar ruangannya dengan mengenakan sarung dan peci khas bugis…nih Air lo basuhin aja ke muka si Mei Wah,ntar minumnya dikit aja…yup sejurus kemudian kami segera menuju rumah kakak Mempih…Mei Wah tampak duduk diruang tengah,seperti kebiasaan orang chinese rumahnya banyak sekali gantungan dan amplop angpao bekas dari Cap GO Meh kemarin..setengah kelelahan karena sedang mengandung 5 bulan,Mempih segera membasuhkan air itu ke muka Mei Wah,dan meminumkan sedikit.aku pun hanya menunggu di luar karena tidak mau terlibat urusan seperti ini.

setelah selesai dengan urusannya,kami pun minta ijin untuk pulang ke rumah Mempih…disana kami pun melanjutkan obrolan malam dengan membukanya dengan segelas kopi berdua.yah angin yang menusuk tulang memang tidak sedang bersahabat dengan kami…keluh kesah saling lempar-lemparan sambil mengingat kebodohan kala duduk dibangku SMP.baru saja asyik ngobrol,tiba-tiba dering HP kembali memecah obrolan kami…pih cepetan kesini makin parah…tanpa buang waktu lagi kami segera ke rumah Mei Wah yang hanya berjarak 50 meter.aku pun sekedar menunggu di luar saja karena aku tidak mau membuat repot Mempih dan kakaknya…di luar aku pun merasa canggung karena suasana semakin mencekam,daerah disana masih banyak pohon.hiburan ku saat itu hanya memainkan sebatang rokok dan ditemani lagu MR.BIG yang berjudul SHINE.

Dan mulai lah datang ibu Mempih…gimana yan?,jawab ku ga tahu tuh bu…mempih lagi didalam,lanjutku.rasa ingin tahu ku pun memuncah,karena terdengar sayup dari dalam.."KELUAR GA LO!",wah makin seru nih imbuh ku.ambil langkah seribu masuk ke dalam rumah.baru beberapa langkah setelah melihat Mei Wah dipegang sela-sela jari jempol dan telunjuk,bulu kuduk ku naik semua…"ini siapa,mau lo apaan?",setengah nada keras Mempih menanyakan.sang Suami pun tak mau kalah, "ini papa yah".dengan mata terpejam (jauh dari bayanganku dengan mata yang melotot dan merah) Mei wah yang memerankan bukan dirinya lagi tidak menjawab, Mempih pun bertambah keras memencet jari itu dan sang Suami memegang keras tangan kiri Mei Wah…"Siapa Nih?".Mei Wah pun Menangis sambil berontak dengan liar…aku hanya terperangah sambil membaca doa-doan yang ku bisa saja,aku pun mulai mengkhawatirkan kandungannya.setelah lama bergumul dengan gaib itu tiba2 saja Mei Wah meraung-raung keras kesakitan,karena seiring itu pula Mempih semakin keras memengang tangan Mei Wah…seluruh keluarga pun berkumpul.tiba-tiba saja suara keluar dari mulut Mei Wah,bahasa mandarin…waw,sentak semua kami merasa bingung dan tidak dapat mengerti.Mempih pun berkata,iya ini papa lo Bud (suami Mei Wah).Papa..papa maunya apa,Abun minta maap tadi ga sengaja dan ga tahu itu papa…di balas dengan bahasa Mandarin lagi oleh Mei Wah,Mempih pun berkata,"make bahasa indonesia aja,disini kagak ada yang ngerti"…"gw cuma mo liat cucu gw" dengan logat khas orang chinese,"kasian cucu gw lagi sakit,olang dikasih obat…gw cuma mau liat"…"iya ini lagi bunting mantunya",balas Ok Sham (kakak laki Mempih),"kalo mau liat bukan begini caranya"…"datengan aja lewat mimpih dah",tambah Mempih.suasana makin mencekam karena tidak pergi juga gaib ini…hening sejenak,gaib pun mulai menyanyi lagi Mandarin (entah ingin menghibur sang cucu atau maksud lain),Mempih pun bertambah kesal,sambil komat-kamit dan memegang keras lengan Mei Wah,gaib pun kesakitan dan berkata "iya gw bentar lagi pegih"…dan mulai tersadarlah Mei Wah…

ini pertama kalinya aku lihat kejadian seperti ini,sebelumnya hanya melalui cerita orang lain…dan sebelumnya aku pun tak percaya kalau orang keserupan bisa menirukan omongan berbagai bahasa,padahal Mei Wah sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin…maklum saja mereka walaupun punya garis ras chinese tapi mereka tidak mereduksinya terlalu banyak dalam kehidupan mereka…pengalaman baru buat ku.

belum selesai dari kekaguman ku,kami pun segera beranjak dari rumah itu dan kembali melanjutkan obrolan yang terputus…angin pun semakin malam semakin liar,tanpa mengindahkan itu,pada setiap obrolan kami,Mempih terlihat kelelahan dan memerah mukanya…"lo ngantuk pih"tanyaku?…"ga,lo ngobrol-ngobrol aja…ini ada yang mo ngikut ngobrol"jawab Mempih…sialan lo ah…alih-alih makin panjang obrolan angin pun bertambah kencang…mempih pun bertambah lelah,"lo ngapain sih"ingin tahu ku semakin dalam…"ga gw lagi nahan angin…yang gw khawatirin kaya gini tuh nyokap gw…kasian nyokap gw ga bisa tidur kalo angin kenceng"jawab Mempih.segeralah aku menyibak tirai jendela,dan aku pun setengah terperanjat melihat keadaan diluar yang tak masuk akal…pohon disamping rumah Mempih tertiup angin sangat kencang,sedangkan pohon di depan terasnya hanya bergoyang sedikit…waw,luar biasa…"gila lo paten juga ilmu lo"puji ku pada Mempih.

tak lama waktu pun berjalan menuju pagi hari dan kami pun menyudahinya dengan makan Mie Instan pinggir jalan dan Mempih pun mengantarkan ku pulang…

malam yang penuh mistik dan menarik buat ku pada pagi buta itu…

Mempih adalah sahabat lama ku yang memilih Jalanan sebagai kawan hidup dan penopang kesehariannya…dia berani melawan kerasnya dunia ini pada usia muda…"MATI MUDA" itulah yang selalu kuucapkan kepadanya kalau bertemu dengan Mempih…hidup ini memang berat sahabat!

Leave a Reply