Jonkopings Seratus Hari
Awal cerita ini adalah seorang mahasiswa bernama Sudra yang mempunyai sifat plin-plan, ia berencana untuk menghilangkan kebiasaan merokoknya, suatu saat di kamar ia mepunyai perasaan jenuh untuk merokok, sedangkan ia sedang menyelesaikan skripsinya. pada saat ia duduk di hadapan komputer sambil menghisap dalam rokoknya, Sudra terbatuk keras lalu ia mengeluh, Sudra duduk di pinggir jendela kamarnya lalu berkata, "gue harus berhenti merokok!".
Sudra berputar-putar dikamar terlihat gelisah, ia mengeluh pada dirinya untuk berhenti merokok, lalu tiba-tiba berhenti di depan meja sambil menahankan dirinya dengan kedua tangan di meja, sentak berteriak "…Ah!!!" kemudian keluar dari kamar dengan membawa peralatan mandinya, sambil bersiul di kamar mandi dengan perasaan gembira seolah telah menemukan ide yang brilian. setelah selesai mandi ia masuk kekamar untuk mempersiapkan diri ke kampus. setelah selesai ia turun ke bawah berpamitan kepada ibunya, sambil menutup pagar ia mengeluarkan bungkus rokok dari tasnya, dan hanya menemukan sebatang rokok, kemudian ia menuju ke warung yang tak jauh dari rumahnya untuk membeli sebungkus rokok dan korek sambil berkata "ini saatnya gw berhenti"
Sudra turun dari angkot, ia masuk ke dalam kampus lalu menemui teman wanitanya bernama Antis. Sudra menepuk pundak Antis, ia berputar menghadap Antis dan berkata bahwa ia telah menemukan ide brilian ia untuk berhenti merokok. antis setengah mengerenyitkan dahinya berkata sinis dan setengah tidak percaya bertanya seperti apa ide sudra. lalu sudra menjelaskan niatnya dengan berapi-api dan membanggakan dirinya. Antis lalu berkata "kita liat aja sampe berapa ampuhnya ide itu lo terapkan dalam niatnya". Sudra dengan sombongnya mengatakan kepada Antis, ia menamakan gerakan moralnya dengan nama JONKOPINGS SERATUS HARI. seperti diterpa angin puting beliung, antis yang sedang menikmati manisnya Es Teh manis, tiba-tiba menyemburkan es teh manis ke muka sudra. dengan setengah keselek karena kaget, ia pun menanyakan lagi "apa namanya,lo buat apaan lagi sih?!".setengah terkaget kaget oleh semburan air dari antis dan dijawab dengan nada kesal "JONKOPINGS SERATUS HARI",jawab sudra dengan kesal.."sial lo dah muka gw lengket, mana bau,lo sarapan macan ya..dah tau macan makannya bangkai!".Antis menjawab, "dasar orang gila, sekali gila tetep gila".
Malam hari Sudra menulis skripsinya sambil memegang rokok yang belum ia nyalakan. ia mengambil korek untuk menyalakan rokok, sebatang korek dinyalakan tapi mati, ia mengambil korek lagi dan mati lagi, sambil mengutuk batang korek yang baru mati, ia mengambil korek lagi dan menyalakannya, tapi patah menjadi dua bagian dan belum sempat menyala. dengan perjuangan yang gigih dengan mengandalkan teori cara menyalakan korek api yang benar ia mengambil batang korek yang patah dua bagian itu dan dengan sigap ia menghisap rokoknya agar tidak mati lagi koreknya. ditengah asik mengetik tiba-tiba mati lampu. dalam keadaan gelap gulita dan hanya cahaya rokok saja yang terlihat. Cahaya rokok berkeliling mencari sesuatu, suara gaduh menabrak barang terdengar. tiba-tiba sinar korek api ia nyalakan dan ternyata sudra memegang barang yang tidak ia inginkan, ia menginginkan bahwa yang ia pegang adalah lilin cina merah. Setengah mengutuk, karena ia mendapat kerugian yang besar hari ini dengan menghilangkan beberapa batang korek yang terbuang sia-sia karena hal sepele.Baru ia menyalakan lilin itu tiba-tiba lampu menyala..langsung ia berteriak ARRGGGHHHHHH!!!!setelah berteriak Sudra meniup lilin cina tersebut dan tiba-tiba mati lampu lagi..ia mengutuk PLN habis-habisan dan berkata "mau lo apaan PLN!".
Pagi hari yang cerah Sudra sempoyongan bangun tidur.ia mengambil air yang ia biarkan sejak semalam di atapnya, sambil mencari rokoknya tiba-tiba bencana terjadi dia menyenggol gelas di meja dan koreknya tersiram. seperti tersambar petir ditengah lapangan siang bolong sudra terdiam dan segera bergerak cepat mengeringkan koreknya diatas komputernya. karena kebutuhan yang mendesak untuk merokok, Sudra dengan gigih mencari korek yang terbuang dan kira-kira masih bisa terpakai. Ditengah keputusasaan tidak menemukan korek ia coba menyalakan koreknya yang masih basah.tetapi malang tak dapat ditolak korek itu masih tidak bisa menyala, sudra kembali menjemur korek itu ketempat yang lebih panas lagi yaitu loteng rumah.ia pun mulai mencari korek ke dapur tetapi hanya bungkus koreknya saja dengan korek yang tinggal puntungnya saja. Daripada ia tidak merokok sudra siap-siap kekampus untuk mencari korek agar hari ini dapat merokok sebebas-bebasnya mumpung koreknya tidak bisa menyala, sambil menyiapkan diri layaknya Rambo mo berangkat perang. Sudra masuk ke dalam kampus lalu menuju ke teman-temannya, koreknya yang masih basah ia keluarkan agar kering. Tiba-tiba datang Tontoy yang baru saja makan menghampiri dengan rokok menyala dimulut langsung menyambar korek yang ada didekatnya dan mematahkan beberapa batang korek untuk dijadikan tusuk gigi. Sudra segera mengutuk Tontoy dan berkata kalo korek ini nyawanya. Teman-temannya mentertawakan Sudra yang sudah dianggap gila sampai mendewa-dewakan korek dibanding dengan wanita cantik.
Lagi asik-asik mengobrol, suara pintu terdengar terbuka dan keluarlah sesosok mahluk manis yang menggoda mata untuk melirik, berjalan menuju kerumunan Sudra and the genk,dengan suara yang menggoda mahluk manis itu menepuk punggung Sudra sambil setengah menunduk dan menonjolkan belahan ketapel mahluk manis itu dan berkata.."mas punya korek ga"..masih setengah mangap Sudra dengan menelan ludah mengatakan, "iya ada kok"..Tontoy yang dari tadi bengong dengan segera melayangkan tangannya ke kepala Sudra dan berkata.."ngehe lo, tadi aja gw minta ga boleh temen macam apa lo". Dengan usaha keras Sudra menyalakan korek buat mahluk manis itu walaupun beberapa batang habis karena tidak menyala, pas ada yang menyala Sudra terpana oleh belahan ketapel mahluk manis dan koreknya terbakar mulai habis dan Sudra memainkan batang korek apinya lebih di turunkan agar dapat melihat belahan ketapel mahluk manis itu lebih jelas. Mahluk manis sewot karena merasa dipermainkan langsung melabrak Sudra.."eh niat ga si mas ngasih koreknya", kawan-kawan Sudra langsung mengerenyitkan jidatnya yang pada gosong melihat keberuntungan Sudra, langsung mereka memalingkan mukanya dan mendehem melihat kelakuan Sudra. Sudra menjawab.."eh maaf non, ga sengaja kenapa ni tangan ga akur ma napsu..ups maksudnya otak sumber segala napsu, eh salah lagi…hehehe", jawab Sudra. lalu dinyalakan lagi satu batang dan mahluk manis berlalu, Sudra menelan ludah dibarengi dengan kelepakan tangan halus Tontoy yang mendarat pas diubun-ubun Sudra. "Dasar bandot ga bisa liat gunung mo meletus dikit lo, makanya jangan kebanyakan jadi "vegetarian" lo jadi gila lama-lama lo",ucap Tontoy..dengan setengah dongkol hayalannya diganggu, Sudra menjawab,"omongan lo kaya petugas cagar alam sampe bawa-bawa vegetarian, cumi lo", sungut Sudra. Ditengah konflik dua binatang itu tiba-tiba terpotong oleh Suman yang menegur Sudra.."Sud tuh Antis manggil, udah lo ke sana aja daripada ni tempat jadi cagar alam gara-gara dua binatang pada saling ngerumpi ngerebutin suaka margasatwanya di gunung yang ga jelas hehehe", dibarengi oleh tawa kawan-kawan Sudra..dengan menyisakan kesal dihati maka Sudra berlalu dan menghampiri Antis.
"Ada apa ntis, muka lo sumringah amet?!",tanya Sudra."eh,ngomong-ngomong program khayalan lo yang seratus hari gimana tuh?",tanya Antis.."waduh gimana ya pemerintah aja seratus hari ga kelar-kelar urusannya apalagi gw yang cuman sebagai pria metrosexual, kayanya ga sampe seratus hari ni korek habis deh, jadi kayanya gw harus berhenti ngerokok sebelum waktunya",jawab Sudra.."bagus lah jawab antis.oh iya ngomong-ngomong lo kan lagi ngincer si Aci ya?",tanya Antis."loh ko tau?!, jawab Sudra penuh keheranan. "ada aja hehehe", jawab antis. "memang ada apaan dengan Aci?"sudra ingin tahu. "lo jangan ke GR-an dulu yah..tuh anak nyuruh lo kerumahnya, ga tau tuh anak apa da perlu ma lo apa dia nyari pembokat baru hehehe…ups kiding men",setengah belagak bego Antis menimpalnya. "sial lo",sungut sudra. "ok lah kalo begitu, doi memang bercitra rasa tinggi melihat seorang pria mentrosexual bersertifikat",bangga si Sudra mengawang-awang. "yah ni anak improve kelebihan!",jawab Antis setengah sewot melihat kelakuan Sudra. "oke jam berapa gw mesti kesana?",tanya sudra berapi-api."setengah delapan lo kesana and jangan lupa nggak pake ngaret ye, sebab tuh anak ga suka sama orang ngaret",ujar Antis. "siap bos", jawab Sudra.
Dengan menaiki becak yang ia tumpangi, Sudra melangkah dengan pasti memencet bel dari luar.Aci keluar dan menyambut ramah. "hai apa kabar dra?",sambut Aci. "always good kalo kata orang bule hehehe", jawab Sudra mencairkan suasana. Masuk aja ga dikunci. Sudra melangkah masuk dan menuju teras. Aci mempersilahkan duduk, lalu memulai obrolan ringan dengan Sudra..setelah lama ngobrol, Aci menanyakan tentang kehebatan Sudra dalam bermain catur. Sudra tersentak kaget campur haru kalo Aci mengetahui kemampuannya yang dapat disejajarkan oleh GM Catur Utut Hadianto. Sudra menjelaskan bahwa ia memenangi semua kompetisi baik tingkat RT,RW,hingga kelurahan sampai-sampai kalo begadang tarohan rokok pun ia jabanin. Aci yang nyaris tertidur pun kaget setelah ditegur oleh Sudra yang baru saja menyelesaikan ceritanya tiga Bab dan memanggil Aci. "waduh hebat juga yah kemampuan kamu Sudra’,puji Aci. "oh so pasti hehehe", jawab sudra. oh iya sampai lupa belum dikasih minum yah. "duh ga usah repot-repot nih dengan hanya melihat kamu berbicara ni tenggorokan ga tau yah kenapa ko bawaannya mo basah mulu yah hehehe",Sudra dengan rayuannya yang ga jelas. "ah, bisa aja kamu", jawab Aci.."gimana kalo aku buatin kopi kan kamu sering begadang!",Aci menawarkan Sudra. "boleh juga kalo de Aci ga ragu-ragu hehehe", jawab sudra tanpa sopan. Aci pun masuk rumah dengan tampang asam dibilang ade.
Setelah beberapa saat menunggu, Aci keluar membawa dua cangkir kopi. Sudra agak heran dengan Aci, lalu menanyakan kepada Aci. "Ci kamu ngopi juga?kalo kamu mo minuman lain ga apa-apa lagi Ci, aku jadi ga enak nih lagipula kebanyakan kafein ga baik buat kesehatan, kalo aku sih cowo sudah terbiasa rokok berjodoh dengan kopi", Sudra setengah bernasihat kepada Aci seolah-olah memberi perhatian lebih kepada Aci. Aci yang daritadi mendengarkan sudra menjawab, "ini kopi bukan buat aku!". Sudra terheran-heran, "lalu buat siapa dong?aku kan kesini sendirian, jangan-jangan ada teman laki-laki kamu mau kesini yah?",tanya Sudra. "Tenang dong mas jangan panik, ini buat papa aku",jawab Aci.."HAAAHH!", Sudra terkejut mendengar pernyataan Aci. Papa Aci keluar dengan memakai kain sarung dan kutang lalu membawa papan catur,tampangnya sedikit gahar dan beraroma dari pulau Andalas. "ini papa aku", ucap Aci. "papa aku lagi mencari lawan yang jago buat menghadapi 17-an di daerahku ini",Aci menjelaskan kepada Sudra tentang maksudnya. "ini lo pah Sudra yang aku ceritain",jelas Aci kepada papanya. "hai anak muda kalo kau memang jago main catur maka kau bebas main kesini dengan catatan kau kalahkan aku yah",tantang papa Aci. Sudra pun menjawab, "bener nih om..okelah kalo begitu kita mulai".
Dengan rokok ditangan bak dalam kejuaraan kelas dunia kedua orang ini berpikir keras.tiba -tiba papa aci berkata, "hei, siapa namamu?". "Sudra om",jawab Sudra. "oiya Sudra kau punya korek tidak, kebetulan korek aku habis". Dijawab dengan ragu.."eehmm ya ada sih om,tapi..",belum selesai Sudra berbicara,papa Aci memotong, "hei pelit kali kau, berapa sih harga korek, macam mana kau mau jalan dengan anak aku kalo korek yang cuman seharga permen cecak saja kau pelit". "iyaa om", jawab Sudra terbata-bata kaget bukan kepalang disindir seperti itu. Sudra hanya menahan napas melihat batang perbatang koreknya terbuang oleh papa Aci yang merokoknya seperti kereta api Argo Bromo jurusan Surabaya. "Skak-Steer!", hentak papa Aci.Sudra pun membanting rokoknya dan menyesali kenapa ia kalah dan tidak konsentrasi oleh karena koreknya saja padahal ia belum pernah dikalahkan dengan cara Skak-Steer seperti itu. Selain itu penyelesaian yang teramat dalam adalah ia tidak bisa jalan dengan Aci(Sudra pun melamun dan menghayalkan kegagalan yang teramat menyakitkan padahal ia sudah membayangkan berjalan-jalan dengan mesra dengan Aci). "HAHAHA, anak muda boleh juga permainanmu, besok-besok kau boleh bermain disini kita bertarung lagi, aku suka gaya kau bermain handal juga kau sebagai anak muda dalam bermain catur",puji papa Aci. "oh, masih boleh saya bermain disini Om?",tanya Sudra meyakinkan pendengarannya. "iya kau boleh kesini lagi", balas papa Aci. "Setubuh Om..eh maaf Om maksudnya setuju dan sepakat deh hehehe"."kalo begitu saya pamit pulang Om berhubung sudah malam",Sudra berpamitan kepada Aci dan Papanya.
Ditengah keriangan hatinya Sudra pun cemas sambil menghisap rokoknya yang mulai habis dan mulai mengutuk cara merokok papanya Aci yang modelnya kaya kereta api,"Sial..ga kira-kira tuh lokomotif". Tanpa terasa jalanan pun sepi hening..Sudra pun membuang sebatang rokoknya yang hampir habis dan memeriksa koreknya yang terasa ringan.lalu kecemasan itu mulai memuncak dan ia mulai berdoa..sambil membuka korek itu pelan-pelan..ternyata korek itu tinggal satu batang.sambil melihat bungkus rokok yang tersisa dan melihat jam tepat 12 malam, Sudra pun berkata "inilah saat yang tepat..moment of truthnya segalanya diawali dengan baik untuk memulai pas di awal hari yang baru dengan satu korek ini aku berhenti". Dengan genggaman yang pasti agar tidak terjadi kesalahan ia mulai mengangkat tangannya,mengayunkan dengan pasti..Cres!tanda korek menyala, dan tiba-tiba korek itu patah menjadi dua bagian dan ujungnya menyala..AAAARRRGGGGHHHHH Sudra mengangkat tangannya keatas langit…
NB: cerita ini saya buat pada tahun 2005…inilah awal dari saya menulis mengenai cerpen, dan saya menulis ini pada dasarnya untuk sebuah film pendek yang tak terselesaikan sampai saat ini…hehehe.dan harap maklum saja masih banyak kira-kira penulisannya…hahaha
March 29th, 2007 at 1:41 am
hi..hi… lucu juga;p
April 22nd, 2007 at 9:44 am
Proyek gagal….
April 27th, 2007 at 12:18 am
emm…. keren jg…