Archive for March, 2007

Dialog Tuhan dan Pengikutnya

Wednesday, March 7th, 2007

pagi ini aku mo sembahyang ah…katanya tuhan lebih mudah ditemui menjelang pagi?

sarung,sejadah telah siap dihamparkan…mulai dengan niat bertakbirlah…selesaikan dengan salam,doa sekenanya…mulai masuklah ke alam imajinasi seorang sahaya dihadapan kuasa…

H: ya tuhan,kenapa dengan bumi kami…ga bosan kau terus mensucikan kami dengan bencana

T: hah…baru segitu saja kalian sudah mengeluh!

H: ya tuhan kami kan sudah cukup lama terjajah,lom lagi masa kolonial…tak hentinya kami kumandangkan nama besar mu dalam perjuangan.dan setelah merdeka kami masih saja kau timpa dengan kasus perpecahan di ranah kami,setelah selesai masa itu…datang lah raksasa orde baru,setelah 35th kau bebsakan kami…baru saja mengecap manisnya reformasi bencana alam terus kau uji kepada kami…apa mau mu?

T: hah…kalian mau apa…

H: kami mau ketentraman,kenyamanan,kebahagiaan,kesejahteraan,pemimpin adil,dan keadilan

T: hah…berkacalah dan lihat apa yang sudah ku berikan…maka kau akan bersyukur

H: kami sudah bersyukur,kami sudah berdoa,kami sudah berusaha…sampai kapan janji mu…

T:hah…janji itu sudah ku penuhi,kalian yang tak sadar!

dialog ini hanya antara sahaya dan tuhannya…tapi sahaya inilah yang merasakan pertama kegetiran dari laku para pembuat masalah negeri ini…sampai kapan dialog ini terus menempel dilangit akhirat.tak pegal kah malaikat mencatat doa dan dialog seperti ini,lom lagi kerja tambahan mencatat amal dan dosa…tak pernahkan sepi malam dari doa dan dialog seperti ini sementara kehedonisan pusat kota menutup teriakan doa dan dialog ini,serta kebo dengan cucukan hidung kapitalisme.

kita yang selalu membanggakan romantisme sejarah,budaya, dan megahnya hamparan negri menyajikan semuanya…tak sadarkan prilaku kita tak lebih dari larinya seekor tikus yang dibakar buntutnya ketika menikmati kerakusan untuk berebut kenikmatan dari negri, dan lambat seperti seekor kura-kura berlomba ke tepi pantai untuk bertelur ketikan disuruh untuk bersyukur…tak cukup kita bermassal ria memohon ampun jika kita sendiri masih saja menggunakan nama tuhan dalam kekerasan,sumpah jabatan,dan peradilan…

doa dan dialog pasti sampai kepada-Nya…tak kan putus dan berpaling "Dia"…percayalah…

cukup sekian Ya TUHAN….