Pelangi Toh Pasti Kembali
PELANGI TOH PASTI KEMBALI
Sang waktu berkata, “musim saatnya tiba.”
Daun – daun berguguran karenanya, seikat kisah terbengkalai dalam jari – jemari retak.
Terngiang nada di daun telinga, “musim telah berganti.”
Membiru di garis pandangan, mencipta warna kelabu.
Awan hitam berdiri tegak di hadapan sang kemarau, menantang untuk di takuti.
Tak ada langkah yang melangkah, tetap diam dan tegap.
Satu pun tak ada yang bicara, kelu dan seolah bisu.
Tapi pelangi toh, pasti kembali.
Bersama bulan & matahari, menatap bumi dan
menapak langit.
Mengikat sesuatu yang terputus, menggenggam sebuah
karya.
Berkat jiwa, naluri, hati & secarik cerita.
Kebersamaan akan tetap tercipata, disini, disana, atau dimana – mana.
dari teman, toek seorang kawan…