to Kampret ireng…BRAAMMMMM

Teman bilang terlalu dini untuk berejakulasi dalam berpendapat gw ini…hmm. Cukup menohok diri gw…apa terlalu minim pengetahuan gw,sehingga di kerdilkan pendapat gw.mo marah tentunya ga bisa dong,itu hak dan feedback komunikan dari isi pernyataan gw.

tentunya gw punya alasan lagi dong,dari pendapat komunikan…apa salahnya kita punya pemikiran,justru kerdil sekali kita dan terbuang dalam pemikiran kita kalau itu dibuang dan tidak dikeluarkan.kasihan orang seperti itu. pada tataran era globalisasi, kemerdekaan dan kebebasan dari suatu bangsa tidak mencukupi hanya tentang kesejahteraan hidup, tapi adalah suatu keadaan yang memungkinkan manusia dapat berpikir bebas, bebas bertindak,bebas mekar-berkembang,menjadi interpreneur dan innovator yang unggul (BJ. Habibie).kita harus mempunyai kerangka untuk ber essay,merangkai artikel ataupun tuturan untuk sebuah peristwa.gw hanya mencoba berkritis agar gw ga tersingkir dari setiap peristiwa dalam hidup gw.apa gw masih salah?!jernihkan pikiran lo dong!…kita memang kompatriot,tapi kita boleh jadi rival dalam berpendapat.tapi lo salah untuk menilai orang terlalu dini.coba kalo lo gw nilai mengenai "seni" lo itu,menurut gw hanya kesedihan yang lo tonjolkan…gimana pendapat gw…terima ga?.

gw sampe bingung,emang sih gw lom sekelas Andreas Harsono,Gunawan Mohammad,Sindhunata,ataupun ahli essay yang lain.tapi gw kan punya pemikiran sendiri,gw ga suka aja cara lo men,terlalu mengkerdilkan apa yang agung dan mulia dari Isi "OTAK" kita yang Keselip!!!…apa kita harus menjadi seperti Rosiana Silalahi atau tokoh-tokoh jurnalis,budayawan,sastrawan untuk sekedar berpendapat yang seperti lo anjurkan?!…hehehe,lucu aja sih…sori yee pren gw agak sewot,coz urat kepala gw ketarik lagi nih…to Bram yang tercinta…love u pren,thank’s u’r comment…NGEHE lo,kadang-kadang ga Rock ON! lo ah…huahahaha…kampret ireng… 

4 Responses to “to Kampret ireng…BRAAMMMMM”

  1. Bram Says:

    hahahahahahahahahaha….

    gw suka…
    ini yang gw harepin…
    tapi jangan pake sewot…
    itu gejala dari antikritik…

    karena mungkin sudah terlalu banyak pujian untuk blog lo.

    pernah tidak disukai?
    belom kan???

    blog lo lugas.
    terlalu lugas buat gw.

    blog lo gamblang.
    terlalu gamblang buat gw.

    mungkin itu teknik bahasa yang lo “gemari”.
    terlalu banyak mengutip “kata” yang kemudian lo kembangin.

    berarti lo sekarang adalah penyusun…

    perjalanan yang baik tuk memulai tahap pematangan…
    tentunya sudah terlalu jauh buat gw tuk mengejar “kehebatan” lo. ya gak?

    gua tantang lo tuk rubah teknik menulis lo!

    ———

    by the way
    blog gw gak bermaksud ngumbar kesedihan…

    kebetulan gua lagi di labirin itu…

    itu bukan kesedihan

    kesilapan, kegelapan (seperti kulit gw adanya), ketidakniscayaan (antirealis)…

    percaya?

    jangan pernah!!!

    kalo lo mulai percaya. maka gw saranin berhenti dari blog lo itu.

  2. Ardian Says:

    hahaha…

    ok juga lo kawan,penyadar di balik kekhilafan ngukur diri…
    soal banyaknya kutipan itu gw pake sebagai bahan dasar acuan tulisan dan penguat fakta agar menarik…tapi kalo lo anggap gw sebagai penyusun…gw akuin emang gw masih sebatas penyusun fakta,dan gw kembangkan dengan ke originaltasan pikiran gw lagi…emang pada dasarnya sebuah tuturan adalah hasil dari pengumpulan kata-kata,empiris yang disimpan di dalam kepala lalu dikembangkan lagi.
    jadi ketika menulis tidak lah murni dari pemikiran,kita pasti telah mendapat bahan acuan terlebih dahulu…

    sori agak subjektif…mengenai pendapat lo tertinggal dari gw,menurut gw ga ada yang lebih diatas posisi nya.karena kita adalah pelajar dan harus belajar.

    dan sori brur,mengenai bahasa lo tentang labirin itu…walaupun keadaan gw terpuruk tentang labirin itu,gw ga akan ninggalin blog gw,coz sayang banget dah banyak…cape mikirnya…hahaha…(sebenernya gw kagak ngerti labirin itu apaan)..hahaha

  3. Bram Says:

    hahahaha…

    smile on sintesa critics is beautiful…

    so everybody could say its wonderfull argue…

    and life goes on

    bravo guy…

    i still watching your blog
    be nice n be good
    not be god
    coz your still a part of it

  4. Ertana Says:

    hei…hei…
    apa kabar nih biji kotak??
    gue gak niat ngomentarin isi blog loe bang…
    cuman gue lagi sumpek juga nih, makin terhimpit dan pengen keluar dari rutinitas lingkaran tikus. tapi soal “apa kata dunia” loe, nyaman juga rasanya punya temen dengan perasaan sama,,,sama - sama menemukan “rumah” di kerimbunan hutan..

    ini gua… fotografernya foto yang loe pajang.. he…he…

    dokon

Leave a Reply