HIMAPALAM BERPESTA

HIMAPALAM berpesta!
Kami komunitas, kemarin kami tuntaskan hajat seiring menyambut kemerdekaan republik ini, maka kami turut merdeka dari segala bentuk kaitan kapital.

Dari bawah pohon angsana, mimpi-mimpi itu seiring berkembang manjadi nyata. Ide dan mimpi terwujud dengan kerja keras. Ingin pendakian ekspedisi, tinggal bikin program keja (proker) tulis di white board. Outbound, outing, family gathering, tinggal sebar pamflet sederhana, atawa tawarkan kepada perusahaan, ada yang tertarik tinggal buat perencanaan, strategi games dan materi acara yang baik, langsung diselenggarakan secara sesingkat-singkatnya sampai tuntas. Perlombaan mancing, lari aja ke papan tulis, besok langsung ngerancang strategi. Rafting, sekali lagi, mimpi itu tinggal buahkan melalui tulisan di white board ajaib, esoknya kita berangkat mengikuti alur jeram. Latihan fisik, pancing saja dengan tindakan nyata, massa pun akan bertambah meramaikan suasana. Sekarang mimpi kami ekspedisi dua tim, tim Rinjani dan Kerinci Seblat. Dan Kemarin kami mempunyai ide gila berpesta , games untuk masyarakat sekitar dan kami.
awal perencanaan adalah menentukan games menarik, setelah itu perencanaan biaya dan logistik apa yang diperlukan, setelah itu UGD (urusan gali dana) dengan urunan sukarela, kumpul uang beli alat-alat untuk hari H.

Hari H
Kebiasanaan orang indo pasti ngaret dari waktu yang ditentukan. Acara pertama suguhan untuk masyarakat sekitar. permainan berjalan dibambu panjang, memecahkan balon di air, dan mengejar bebek yang dilepas ke tengah empang. Setelah acara untuk masyarakat sekitar, maka giliran kami yang berpesta. Dua tim, tim merah dan putih. Permainan sedikit kami ubah untuk menarik dan meriah penuh canda tawa. Berjalan di atas bambu, dayung ban karet, gebuk bantal di atas ban, giring bola dengan arus, dan kejar bebek. Tim Merah, sesuai namanya badan lebih kekar dan perkasa (gw ada disana loh..hehehe). Tim putih, standar lemah…hahaha. Pesertanya pun ditidak mengenal umur, tua muda tidak ada batasan. Permainan dimulai dengan melintas bambu dengan bumbu lumpur, jadi tambah licin. Tim Merah kandas dengan skor 4-7, merasa dikalahkan, kami niat balas dendam dipermainan berikut, yaitu dayung ban karet secara estafet. Kami pun menang dengan jarak yang signifikan dari tim putih. Lanjut terus gebuk bantal di atas ban, anehnya kami semua mulai kehilangan orientasi untuk mencari kemenangan. Jadi dipermainan ini tidak diketahui siapa pemenangnya. Lalu diteruskan dengan menggiring bola dengan arus, secara permainan kami menang, tapi disini mulai keceriaan yang muncul. dan permainan ditutup dengan mengejar bebek.

Hari itu tidak ada yang tak mandi lumpur, semua mandi dan makan lumpur. wajah tertutup lumpur, rambut mengeras, kulit ini hitam legam terbakar matahari ditambah lumpur pekat. Badan yang sudah kotor terpaksa harus mengering menunggu giliran membersihkan mandi, seperti kuli harian, kami menunggu giliran sambil duduk melepas lelah, kopi, rokok, serta kudapan. Persis kuli, canda pun mengalir membahas permainan dan menunjuk korban untuk diejek. Kelakar hari itu, melupakan duka kami semua, seperti lumpur yang menempel ditubuh, terkena air maka bersihlah tubuh.

Acara pun ditutup dengan membakar satu kompi ikan yang mabok, muncul ke permukaan air, dan ayam sajian super market. Sekapur sirih dari Ketua Pelaksana (Ketuplak) mengenai suksesnya acara, dan ketuplak menginginkan acara rutinan (gile bos males bilasnya). Pada awal permainan padahal ada semacam sistem kompetisi, tapi kemenangan milik bersama, yang penting berkumpul dan silaturahmi membakar dan menghapus konflik yang ada. Itulah cinta kami, kami semua seperti keluarga yang menyimpan konflik tersendiri. Haram berdendam tapi harus berargumen, tawa adalah penawar, sedih adalah pengingat, haru merupakan doa.

Esok kita berbuat apa kawan?…

One Response to “HIMAPALAM BERPESTA”

  1. Wahyu Says:

    U had a great time there yach?

Leave a Reply