Selamat Merdeka!
MERDEKA!!!
Kata ini akan bergema tepat tanggal 17 Agustus, pukul 8.00 WIB. Mungkin sebelumnya kata ini sering disebutkan tiap ada kesempatan yang bertajuk tentang kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme. Apalagi jargon-jargon politik mengatasnamakan kerakyatan, pastinya ada misi memerdekakan sesuatu yang terkungkung atas hak yang berhak diperoleh oleh rakyat.
Berkaitan dengan kata merdeka dengan penekanan "Merdeka!", pada pagelaran tahunan bertepatan dengan 62 tahun Indonesia merdeka. Sudah merdeka kah kita?. Apa arti dari kemerdekaan untuk rakyat Indonesia itu sendiri?, "pesta" tahunan ini pasti berakhir dalam satu harian dengan berbagai macam hiburan ala rakyat jelata, atau paling pantas adalah pentas pasar rakyat. Hiburan ala binatang, harus berela kotor memanjat batang pohon mati dengan dilumuri pelumas untuk hadiah hiburan, tangan seperti diikat untuk memakan kerupuk yang hanya beharga Rp. 500, bermain bola dengan dandanan seperti "waria". Tepatnya ini pembodohan, tidak layak disebuat merdeka! dipaksa seperti binatang, tidak ada lagi pemaknaan heroik didalamnya.
Sedangkan bagi rakyat kecil, arti merdeka adalah yang bersifat konkret dan riil, hidup nyaman, dapat pendidikan, rumah sederhana, tanpa sibuk mencari susu pengganti yang harus diganti dengan air tajin campur gula merah, tanpa antri beras murah yang dengan protein tambahan didalamnya karena banyak kutu, atau memusingkan konversi minyak tanah ke kayu bakar. Dari semua itu bisa kah mereka mendapatkan hak kemerdekaan yang telah direbut kembali oleh buyut atau kakek-kakek mereka?!. Ironis apa yang mereka alami, justru para kapital berwajah melayu dan oriental berhati tikus yang menikmatinya. Padahal pada perayaan pentas pasar rakyat itu, justru mereka yang kecil inilah tertawa renyah menyambutnya dengan didandani seperti binatang dan jadi bahan tertawaan. Tapi yang penting bagi rakyat kecil, lantang mereka adalah MERDEKA!, untuk kesenangan hati mereka sendiri, mengusir rasa bosan tertindas.
Arti kata merdeka menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, bebas dari penghambaan, penjajahan, dan lain sebagainya. Nah, dari penggambaran dari arti kata merdeka, kita bisa melihat banyak potrait-potrait muka buram dari rakyat Indonesia?. Tonton sajalah media pada sekarang ini, itu akan secara gamblang bagaimana rakyat jelata yang miskin dan bodoh jadi alat jualan dari media untuk disampaikan kepada publik betapa bobroknya negeri ini.
Sedangkan arti kemerdekaan itu sendiri yang saya dapatkan dari Enda Nasution ketika ia membaca artikel NY Times(pada saat itu ia pun lupa mendapatkan artikelnya darimana), Merdeka atau freedom mempunyai definisi yang berbeda dibagi atas strata sosial.
- Pada tingkat pendidikan tinggi (college degree, thus middle class, middle income), mereka mengasosiasikan kemerdekaan adalah, kemerdekaan sebagai bentuk ekspresi diri dan mencapai potensi diri.
- Survei pada tingat pendidikan rendah (no college degree, thus low income),freedom adalah bebas dari penindasan, merdeka dari rasa takut akan masa depan, kelaparan, takut akan teror, tekanan sosial, ekonomi, dll.
Sekali lagi arti kemerdekaan yang dikaitkan pada sub kategori ini, bagi sebagian daerah sub ordinat seperti Papua, mungkin akan mengalami suatu trauma khusus. Seperti dikatakan Tom Beanal, tokoh Papua dari suku Amungme yang menggantikan Theys Hiyo Eluay sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat periode 2002-2007. Ia memaparkan, "kami didik oleh orang Indonesia yang tak punya hati", dan ia melanjutkan keinginan masyarakat Papua untuk merdeka. Kemerdekaan yang diterima oleh masyarakat Papua dari RI, justru bentuk penindasan baru dengan adanya perampasan sumber daya alam Papua.
Jadi apa arti dari kemerdekaan yang bisa kita terima dan kita maknai, karena kita sedang mengadakan hajatan besar tiap tanggal 17 Agustus. Sebaiknya saya kembalikan kepada anda semua, karena itu tergantung pendefinisian dan pendeskripsian tiap individu.
bagi saya MERDEKA! dengan penekanan adalah, bebas dalam berpikir tanpa kungkungan dunia, tahu bertindak dan bertanggung jawab, mampu berbuat sesuatu dan berapresiasi tanpa tekanan pihak lain. Mungkin tertalu sempit, sedikitnya itulah cara pandang saya. Esok mungkin ada penambahan.
Selamat Bermerdeka secara berjemaah, kemudian mulai memerdekakan, dan MERDEKA!…Terus berjuang…Salam.
nb: ini sedikit mengartikan ditengah keadaan yang sedang ingin merdeka dari kerinduan, kecemasan, kegelisahan, kedengkian, kecembuaruan…