Paradoks kronik
Siapa yang sedang jatuh cinta?…
Beruntunglah anak manusia itu yang mendapat anugerah indah dari tuhan. Kita tidak akan bisa menolak perasaan yang datang itu, semua orang akan jatuh cinta kelaknya. Bila jatuh cinta segalanya menjadi mudah, semuanya indah lancar sentosa, semuanya tampak bodoh, rasio orang lain tidak mampu menjangkaunya, tersenyum tiada henti tampak seperti orang gila, berkaca-kaca nongkrongin cermin seperti menonton layar bioskop kelas wahid film box office.
Bila jatuh cinta kalian akan sedikit menjadi ofensif, posesif, menggilai dan gila, tiap hari merindu, kala melihat bulan akan tampak bisa menyampaikan perasaan kita, bintang menjadi penghatar surat cinta, matahari penjemput cinta kita, terlindungi dan melindungi. Indahnya secara teoritis dan diatas kertas. Nikmatilah selagi bisa kawan.
Namanya saja jatuh cinta, maka siap-siaplah jatuh tersuruk-suruk, terbanting menjadi remah-remah kecil, atau gila secara akal…hahaha. Dan jatuh cinta pun bisa menjadikan kita buta sesaat, hilang akal lagi, pembelaan yang berlebihan dan merasa benar, segala aral tidak dapat menghalangi cinta itu bersemi.
Aku pun demikian, begitu buta hingga membabi buta tidak kepalang tanggung menjadi monster yang menakutkan. Tidak ada intropeksi terhadap diri, merasa benar, ketakutan berlebihan, sehingga ia tersakiti. Lirih aku menyadari tapi telat, tidak ada pengampunan. Ditinggalkannya, aku hilang kesadaran, meratap kehilangan. Obat dan antidot itu datang lagi. Kali ini datang sebagai pria dewasa dan matang secara pemikiran, tapi pemikiran seorang pengembara yang bukan seorang bohemian. Walaupun aku secara strata berada dalam strata sosial yang termanjakan. Lamunan malam pemilik pelangi Jonggol dan Kuta Lombok yang mengobati itu, memang dari dulu ia ku amati dan memang ku cari. Dasar penyesalan tidak berada di depan, kalau saja berada di depan pasti sempat lah mengelak…hehehe. Dan ia mungkin tidak percaya…hahaha. Setiap hari aku mengalami paradoks akut yang lama-lama akan timbul kronik pada kehidupanku.
Sudahlah lupakan itu, tidak berguna lagi sekarang. Cuma jadi ajang kutukan tak bertuan saja, mengawang-ngawang sampai akhirat pun tidak akan diijabah sama sang ilahi. Sekarang kita membahas saja tentang jatuh cinta. Ketika ku membaca cerita tentang Arai pada karya tetralogi Andrea Hirata, betapa gigihnya simpai keramat itu berjuang mendapatkan cintanya, sampai-sampai dari belitong ke prancis ia menyatakan syair cinta itu ditengah kelimunan orang lain bangsa dan bahasa pada hari kematian Jim Morrison dekat pusaranya. Kasihan, cinta bertepuk sebelah tangan. End of The Night : Realms of bliss
Realms of light
Some are born to sweet delight
Some are born to sweet delight
Some are born to the endless night
I Looked At You :
I looked at you
You looked at me
I smiled at you
You smiled at me
And we’re on our way
No, we can’t turn back
Yeah, we’re on our way
And we can’t turn back
‘Cause it’s too late
Too late, too late
Too late, too late
I walked with you
You walked with me
I talked to you
You talked to me
Lebih gila lagi adalah cintanya A Kiong, ia tidak akan pernah menjadi pria sejati, karena hanya memendam perasaan tanpa berani ambil resiko apapun. Terlalu malu dan takut. Selamanya akan menjadi pesakitan cinta dan memendam rasa sebagai pecundang!, atau menjadi Scaramouch (pecundang yang banyak omong).
Lain lagi dengan kisah cerpen dari Seno Gumira Ajidarma, yang mengisahkan tentang dua pasang kekasih yang cinta buta dan buta karena cinta. Ketika dua pasangan itu ingin berpisah salah satunya berkata, bahwa ia akan kembali untuk cintanya. Tapi apa dinyana, cinta itu tak kunjung memihak dan sesuai dengan janji. Berdiri mematung, hingga berlumut hijau dekil, menetap seperti batu patung penjaga rumah agar terkesan angker. Bodoh tak terkira jadinya orang itu, tidak realis, malah jadi absurd.
Cinta yang paling epik perjuangannya adalah cinta Ali Topan terhadap Anna Karenina. Tokoh, idola, pahlawan antikemapanan akhir 70-an ini, begitu dahsyat menerjang aral melintang untuk mendapatkan cinta Anna Karenina dan ia coba menisbatkan syair cintanya pada sebuah lagu milik The Beatles - Anna (Go to Him):
Anna
You come and ask me, girl
To set you free, girl
You say he loves you more than me
So I will set you free
Go with him
Go with him
Anna
Girl, before you go now
I want you to know, now
That I still love you so
But if he loves you more
Go with him
All of my life
I’ve been searching for a girl
To love me like I love you
Oh, now, but every girl I’ve ever had
Breaks my heart and leaves my sad
What am I, what am I supposed to do
Yang lucu dua novel Teguh Esha ini mampu mendoktrin teman-temanku ingin mendapatkan cinta seperti itu dan berusaha menjadi Ali Topan sebenarnya. Salah dalam menggilai buku sehingga meracuni nalar sehat. Cari jaket Levi’s belel, rambut gondrong terurai acak-acakan, tidak takut apapun, bercita-cita menjadi wartawan dan semuanya mulai belajar menulis, hanya saja tidak mampu melengkapi motor trail nya saja. Ali Topan mampu memikat Anna Karenina dengan menjadi dirinya sendiri, hebatnya Anna mampu melepaskan diri dari pengaruh dan ia mengerti kebutuhan untuk dirinya. Jatuh cinta yang sangat Rock ‘n Roll, siap menerima tantangan menjadi manusia dalam artian sebenarnya, walaupun orang bilang itu GILA!!!.
Berbicara mengenai cinta sama saja mengurai suatu yang muskil untuk diteliti, menurut Alm. Asmuni itu hil yang mustahal. Beragam teori psikologi sudah banyak yang menisbatkannya, tapi itu menjadi sebuah teori diatas kertas, tidak ada yang tahu misteri yang bakal dialami setiap pelakunya. Hanya suatu kebetulan dan kemiripan yang akan diiyakan oleh pelakunya lalu merefleksi ulang.
Aku sendiri merasa kapok dan tertipu oleh apa yang dinamakan cinta, penuh dengan ketidakwarasan. Kalimat si Kuta Lombok keluarkan ketika amarah begitu menohok ku, terpojok, sehingga merasa begitu hina. Tapi aku benar-benar jadi tidak waras, ia impian dari cita-cita mulia. Tak mengapa itu jalan tuhan (penyejuk dibalik umpatan). Aku coba berusaha merepresentatifkan lirik ini untuknya…hehehe, masih saja coba menggoda, tapi inilah salah satu bentuk pengejawantahan perasaanku terhadap mu Kuta Lombok :
Hard to Handle
Baby here I am
Im the man on the scene
I can give you what you want
But you gotta come home with me
I have got some good old lovin
And I got some more in store
When I get through throwin it on you
You gotta come back for more
(chorus)
Boys and things that come by the dozen
That aint nothin but drugstore lovin
Hey little thing let me light your candle
cause mama Im sure hard to handle, now,
Gets around
Action speaks louder than words
And Im a man of great experience
I know youve got another man
But I can love you better than him
Take my hand dont be afraid
Im gonna prove every word I say
Im advertising love for free
So you can place your ad with me
Menurut Dr. Berbie Siegel, cinta tanpa pamrih (unconditional love) adalah merupakan cinta yang mengandung energi penyembuhan yang kuat dalam segi kesehatan. Cinta yang tulus, bukan cinta yang harus tampak realis dan matrealis sesuai dengan kebutuhan hidup mengikuti tuntutan jaman edan ini.
Memang saja membicarakan cinta tidak ada habisnya seperti akan menaikin tangga berundak pada proses hidup, maka setiap step nafas kita akan semakin panjang untuk bersabar dan melihat keatas langkah seperti apa yang akan kita ambil berikutnya.
KAMPRET!!!…lagi-lagi cinta…kapan habisnya?, habis tenaga dan tidak berguna. Tapi jadi pemantik api kreatifitas juga kadang-kadang.
nb:kalo ada nafas lagi gw bakalan tambahin. sementara seperti ini dulu yah
October 30th, 2007 at 9:59 pm
Deu..deu…yang lagi jatuh cinta…ampe segitunya…:-P
Btw, wanita yang kau puja itu tau gak ttg perasaanmu itu?punya perasaan jangan dipendam sendiri. Ada baiknya langsung disampaikan pada objeknya daripada jadi jerawat eh klo kamu seeh jadi tulisan yaa?he..he..jatuh cinta aza terus an, biar produktif nulis:-)
Bagaimana seseorang itu bisa tau apa yang kamu rasakan klo kamu gak terus terang pada yang bersangkutan?Sekalipun mungkin ada kemungkinan tak terbalaskan tapi at least berkurang sedikitlah beban hidup yang kau rasakan atau bahkan mungkin siapa tau orang itu ternyata punya perasaan yang sama hayooo?!nantinya justru akan menghasilkan penyesalan yang tak berkesudahan.
Kamu akan merasakan sensasi perasaan yang begitu menyenangkan klo kamu berhasil berani untuk mengungkapkan apa yang kamu rasakan walaupun mungkin hasil akhirnya tidak seindah seperti yang kau harapkan.
Ayo, tunjukkan kalo kamu LELAKI yang punya KEBERANIAN!
November 6th, 2007 at 4:13 am
R U in love??
say it ,darling.. say it to the one that you love..
Love needs to be declared.. or you will regret it for the rest of your life just because you don’t have guts to say so…
Say it.. or you’ll be another “A Kiong” ..
November 9th, 2007 at 2:43 am
Apa bener kau sedang jatuh cinta? tak sedikitpun ku lihat dari tulisanmu di atas kalau kau sedang jatuh cinta. Entah, mungkin aku memang tidak peka atau sensitif seperti yang kau bilang..
Aku pernah merasakan menjadi A Kiong 10 tahun yang lalu. Menyimpan perasaan tanpa berani mengungkapkan pada seseorang yang kusayang.. Sesak rasanya! Menyesal aku tidak pernah menyampaikan perasaanku sampai tiba saat aku mengetahui dia menikah dengan orang lain awal tahun ini. Kecewa kurasakan. Kehilangan sesuatu yang tak pernah kumiliki.
Namun itu ku anggap sebagai pelajaran hidup dan aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
So don’t do the same mistake like I did, or you will regret it..
January 2nd, 2008 at 4:47 am
Pake puisi kayak kekenyangan buku!!! Langsung aje hantem…gue tau “otaklu yang keselip dibawah sana” membutuhkannya