2008, apalgi nih!
Selamat tahun baru ku ucapkan untuk mu semuanya kawan-kawan
Resolusi apa yang sudah kalian buat untuk menyongsong hari-hari pada tahun yang baru ini?
Bagiku puas sekarang dengan keadaan diluar NewsRoom ini, 1-1 lah kita kawan, aku sibuk menggali pundi kantong ku, sedangkan kalian diluar sana berhujan ria…hahahaha. Tidak terlalu menyesakkan seperti tahun sebelumnya, dimana kami yang hanya segelintir ini menghabiskan malam tahun baru 2007 hanya bersalaman dan ucapkan tantangan sombong untuk tahun 2007, kemudian kembali kepada rutinitas.
Sekarang 2008 kami menghabiskan nya di NewsRoom keparat ini lagi…hah, rutinitas menyesakkan tidak ada kelonggaran diri buat barang sedikit menikmati senyum dan tawa riang semu dari kejemuan. Paling hanya bertambah dengan perayaan potong kue dan Mie Japos, lumayanlah daripada manyun.
Sudahlah jangan hiraukan, jalankan saja. hari ini aku mungkin sudah menyelesaikan satu masalah, tapi datang lagi masalah hanya karena nasi goreng ayam keparat milik Ira. Betapa murkanya ia ketika nasi goreng ayamnya kandas tidak bersisa ku lahap tanpa berdoa dan berdosa. Dosa apa lagi ini yang ku buat…maaf ya ra, seperti biasanya kebiasaan di ruangan ini tidak bisa melihat makanan nganggur. Perut gw jadi mual nih melihat kau murka. Tahu begitu enggak sudi gw makannya. Yah, terserah lah lo sampai kapan murkanya, gw mah tinggal nunggu aja perut gw tambah mules di pagi hari.
Untuk hari dan keberuntungan hidup ku di tahun 2008. Jalanin aja deh, tanpa meminta lagi. Masih sama saja dengan tahun 2007 dan tidak ada perubahan, malah semakin sempit kesempatan hidup. Jalanan semakin ramai menyesakkan dan tidak menyisakan sedikit saja untuk bermanuver di jalan raya. Kota ini pun makin menciut dan tenggelam menahan beban, baik itu hidup, tekanan batin, kayu beton-beton tanda kemajuan pembangunan, dan pengharapan lebih dari penghuni kota. Yakinlah tahun 2008 semakin menyesakkan, tidak sebebas kembang api yang meletus dan mencuat ke udara dari selongsongnya untuk menari-nari di udara.
Kalian yang sedang menikmatinya tahun baru, ingatlah dan sama-sama saling mengingatkan. Euforia kita sebaiknya jangan berlebih, ingat! bahwa saudara kita sebagian sedang menguras isi rumahnya yang tenggelam dan mengeruk tanah merah yang liat serta memecahkan bongkahan batu besar yang menimpa kerabat mereka akibat banjir dan longsor. Pikirkan juga bahwa harga BBM akan naik lagi, tuh pikirin deh, secara gaji kagak melejit-lejit banget kan. Terus untuk kaum Marlboro Man! cukai rokok yang makin tidak bersahabat dengan isi kantong, dan dipaksa pilah-pilih antara makan siang apa beli rokok dulu.
Selama aku melaju menuju kantor, ku lihat kalian berbondong-bondong menyongsong 2008 sehingga menghambat perjalanan ku saja. Betapa gilanya kalian menyambut 2008!, padahal itu cuma perubahan semu.
Sekali lagi tanpa bermaksud apriori dan skeptis terhadap perubahan, ku ucapkan selamat menikmati tahun 2008 ini kawan.
SELAMATKAN BUMI! dan berdoa semoga kita semua semakin bijak terhadapnya.
January 6th, 2008 at 10:28 am
2008?saatnya cabut dari TPI…lo udah berapa lam disana?2 tahun?apa yang lo dapat?nothing…
saatnya pergi cuuuuy….