Seprima

Ketika semua indah, ku genggam erat tangan mu…
Ketika semua stagnan, mati rasanya…

tak dijawab, tapi merespon, dan jangan jadikan ini elegi berikutnya. Mungkin saja ini jalan aman, tapi sampai kapan.
==================================

Usang sudah yang lalu, cobalah berbijak hati. Pikirkan langkah itu.
Sudah puaskah, tak mau lagi berpikir sehingga kalut mengambil kata hati.
Negasi lagi yang mengalahkan kata hati. sedih sebagai manusia bebas seutuhnya.

Cantik…

One Response to “Seprima”

  1. yo Says:

    aduuuhhh yang jatuh cinta…indahnya dunia ye om…sukses boz..

Leave a Reply